Batam Bekraf Habibie Festival 2018 : “Karena Akses Terhadap Teknologi dan Inovasi Merupakan Hak Segala Bangsa….”

Bekraf Habibie Festival adalah sebuah festival teknologi dan inovasi yang menghadirkan berbagai perkembangan terbaru di bidang teknologi dan inovasi di Indonesia.  Festival ini hadir untuk mendorong kecintaan generasi muda terhadap teknologi dan inovasi, sehingga diharapkan akan mendorong lahirnya karya-karya gemilang dari anak-anak Indonesia.  Bekraf Habibie Festival  juga adalah salah satu cara bagi kami untuk mewujudkan gerakan Berkarya!Indonesia, sebuah gerakan untuk mengubah pola fikir Bangsa Indonesia, dari pola fikir konsumtif menjadi pola fikir produktif dan kreatif. Dari hanya bisa membeli dan memakai produk buatan bangsa lain, menjadi mandiri dengan membuat dan memakai karya-karya anak bangsa sendiri.

Setelah dua tahun sebelumnya berlangsung dengan baik di Jakarta, Bekraf Habibie Festival hadir di Batam yang merupakan awal dari rangkaian Bekraf Habibie Festival 2018 yang akan diselenggarakan di beberapa kota lain di Indonesia selama setahun ini.  Di Batam, festival ini diselenggarakan pada hari Jumat-Minggu tanggal 2-4 Maret 2018, bertempat di Radisson Golf and Convention Centre.

Bapak Hari Santosa Sungkari Kepala Deputi Infrastruktur Bekraf, memberikan sambutan dan membuka Bekraf Habibie Festival 2018 di Batam, 2 Maret 2018

Mengapa Batam? Batam adalah kota istimewa bagi lahir dan berkembangnya teknologi dan Inovasi, salah satunya ditandai dengan lahirnya sejarah telekomunikasi Indonesia di Batam. Bapak BJ Habibie sekitar 23 tahun yang lalu melakukan sambungan selular pertama dari Batam, menandai berdirinya Telkomsel dengan teknologi GSM pertama di Indonesia. Batam menjadi kota yang sangat iconic bagi kebangkitan teknologi dan inovasi di Indonesia dan jejak dedikasi Bapak BJ Habibie di kota ini juga begitu besar.

Pada tahun pertama penyelenggaraannya di 2016, Habibie Festival dihadiri lebih dari 56.161 orang sedangkan tahun kedua di 2017 hadir sekitar 72.598 orang.  Pada tahun kedua festival ini sudah mulai menggunakan nama Bekraf Habibie Festival, karena mendapat dukungan penuh dari Bekraf.

Tingginya antusiasme dari masyarakat terhadap acara ini ditambah banyaknya media yang meliput membuat kita menyadari bahwa acara yang mengusung tema teknologi dan inovasi untuk semua kalangan sangat dinantikan oleh masyarakat. Mungkin selama ini banyak acara yang juga bertemakan teknologi dan inovasi tapi seringkali masyarakat melihatnya sebagai sebuah acara yang eksklusif, padahal akses terhadap teknologi dan inovasi adalah hak setiap orang dan seharusnya menjadi sesuatu yang inklusif.

Bapak Ilham Akbar Habibie, Pendiri Berkarya!Indonesia dan Bekraf Habibie Festival, menutup acara Bekraf Habibie Festial 2018 di Batam,  4 Maret 2018

Itulah sebabnya sejak awal acara ini dibuat, sengaja dirancang  dengan sebaik mungkin, seramah mungkin untuk semua kalangan.  Salah satunya adalah dengan tidak memungut biaya tiket masuk untuk para penngunjung, penyeleggara juga mengakomodasi kendaraan antar jemput untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan bantuan untuk datang ke acara ini. Dan mulai 2018  penyelengara membawa Bekraf Habibie Festival ke luar Jakarta, karena yang berhak untuk melihat, menyentuh dan merasakan teknologi dan inovasi terbaru di Indonesia bukan hanya masyarakat Jakarta saja, tapi juga masyarakat di seluruh Indonesia.

Bekraf Habibie Festival di Batam  mendapat dukungan penuh dari BP Batam yang berkomitmen untuk menghidupkan kembali kota Batam sebagai salah satu pusat bagi perkembangan teknologi dan inovasi di bagian barat Indonesia.  Batam yang merupakan bagian dari segitiga SIJORI (Singapura, Johor/Malaysia dan Kepulauan Riau) harus kembali menjadi entitas yang dinamis, bertumbuh pesat  secara ekonomi, sehingga dapat bersinergi dengan baik dengan Singapura dan Malaysia demi perkembangan perekonomian di region ini.

Hadirnya Bekraf Habibie Festival di Batam merupakan titik balik bagi terbangunnya semangat untuk mengambalikan Batam sebagai kota yang paling pesat perkembangannya, juga sesuai dengan city master-plan yang pernah dirancang oleh Bapak BJ Habibie.

Bapak Lukita Tuwo, Kepala BP Batam menutup acara Bekraf Habibie Festival 2018, Batam 4 Maret 2018.

Selain dukungan dari BP Batam, acara ini juga mendapat dukungan dari sekitar 50 mitra sponsor, seperti misalnya Bank Indonesia, Bank Mandiri/ Wirausaha Muda Mandiri, Telkomsel, Pollux Habibie International, PT. PGAS Telekomunikasi Nusantara, PT RAI (Pesawat R80), Montigo Resort, Ruang Kreasi, Fingerfast Lab, Firstmedia, INVRA dan lain-lain. Beberapa startup binaan Bekraf juga mendukung acara ini diantaranya adalah  Impactbyte, MHS Robotic, Olsera.com, Properio,  Alamaak, Marlin Booking, Medicaboo, Indotiki, Mareco.id, Batammall.co.id dan lain-lain. Sementara itu Bekraf Habibie Festival juga menghadirkan MakerLand, yaitu area khusus untuk Maker memamerkan produk dan inovasinya. Maker di Batam bahkan juga dari kota Bandung dan Jakarta sangat antusias ikut tampil di Makerland, diantaranya adalah Aerial Robotic, DifGames, 3LeavesIot, Zettamind , Indo Kayu Mandiri, BrotherWood, Hope For Life, BMKC, Main Game. Moesafir, SOK, Batik Batam, BMA/3DPrnter, MHS Robotic, Tujju Kombucha dan lain-lain. Dari negara tetangga Singapura hadir juga mendukung acara ini yaitu FabCafe Singapore dan  One Maker, komunitas maker terbesar di Singapura, 

Para Maker yang hadir dalam Bekraf Habibie Festival di Batam bukan hanya memamerkan karya-karya dan inovasi mereka tetapi juga berbagi keahlian dengan memberikan workshop bagi semua pengunjung. Workshop kayu dari Brotherwood dan Indo Kayu Mandiri, coding for kids dari Impactbyte, maker kids dari FabCafe Singapura, Thinking, Create, Solve (design thinking) dari Properio, IOT farming dari Vincent Lee,  merakit pc/pc robotic dari MHS, dan masih banyak lagi.

Tidak kurang dari 50 sekolah di sekitar Batam dan Kepulauan Riau juga datang dalam festival ini, setidaknya tercatat 2318 siswa hadir selama 3 hari acara berlangsung. Siswa sekolah yang hadir mulai dari sekolah taman kanak-kanak sampai dengan tingkat universitas. Total pengunjung Bekraf Habibie Festival selama 3 hari berlangsung adalah 6524 orang. Angka pengunjung ini adalah angka terbesar kunjungan ke sebuah acara di Batam, sebelumnya tidak ada acara yang mendapatkan perhatian sedemikian besar dari masyarakat Batam dan sekitarnya. Sebuah indikasi yang jelas bahwa masyarakat Batam sangat membutuhkan kegiatan yang sarat informasi terutama dalam bidang teknologi dan inovasi.

Bekraf Habibie Festival dibuka oleh Bapak Hari Santoso Sungkari, Kepala Deputi Infrastruktur Bekraf.  Dalam pidato pembukaannya Pak Hari mengutip beberapa perkataan Bapak BJ Habibie, tentang keharusan adanya keterbukaan akses bagi setiap bangsa terhadap perkembangan teknologi dan inovasi.  Pak Hari juga menjelaskan alasan Bekraf mendukung acara ini, yaitu karena perkembangan ekonomi kreatif tidak dapat terlepas dari perkembangan teknologi dan inovasi.  Sebagai sebuah lembaga setingkat kementerian yang baru di Indonesia, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan performa industri kreatif dalam negeri, Bekraf sangat mendukung setiap kegiatan yang berperan dalam meningkatkan ekonomi kreatif.  Lembaga yang didirikan oleh Presiden Jokowi pada tahun 2015 ini mencatat bahwa terjadi peningkatan produk domestik bruto ekonomi kreatif dari sebesar Rp 852 T di tahun 2015 menjadi Rp 922 T di tahun 2016 dan sudah berkontribusi pada  PDB Nasional sebanyak 7%, jumlah ini bukanlah angka yang kecil untuk perekonomian Indonesia.  Bapak Hari juga membuka acara ini dengan semangat untuk menepati janji kepada BP Batam untuk membangkitkan kembali berbagai kegiatan ekonomi kreatif di Batam.

Pengunjung Bekraf Habibie Festival 2018 di Batam, memperkenalkan teknologi dan inovasi sejak dini kepada anak-anak

Pada momen penutupan acara Bekraf Habibie Festival, hadir Bapak Ilham Akbar Habibie sebagai pendiri Berkarya!Indonesia dan Bekraf Habibie Festival, juga hadir Bapak Lukita Dinarsyah Tuwo, Kepala BP Batam. Pada pidato penutupan acara Bapak Ilham menceritakan secara singkat bagaimana Bekraf Habibie Festival lahir menjadi sebuah kegiatan yang mendorong kecintaan masyarakat kepada teknologi dan inovasi, dan bagaimana dedikasi dan kontribusi  Bapak BJ Habibie menginspirasi lahirnya festival ini.  Bapak Ilham menekankan bahwa Bangsa Indonesia bisa dan mampu untuk menghasilkan karya-karya yang hebat yang pada akhirnya dapat menciptakan kemandirian bangsa secara lebih utuh.  Diperlukan kerja keras, semangat belajar yang terus menerus karena keberhasilan tidak jatuh begitu saja dari langit, tapi diperlukan perjuangan untuk meraihnya.  Bapak Ilham juga menggarisbawahi tentang bagaimana kita harus bersinergi untuk menciptakan solusi-solusi bagi berbagai permasalahan bangsa, di sini teknologi dan inovasi memegang peranan sangat penting bagi lahirnya solusi-solusi untuk kemajuan Indonesia.

Di penghujung acara, Bapak Lukita Dinarsyah Tuwo, kepala BP Batam selaku tuan rumah dan mitra utama pendukung Batam Bekraf Habibie Festival juga turut memberikan sambutannya.  Beliau sangat antusias dan menghargai kehadiran festival ini di Batam.  Bekraf Habibie Festival menggenapi beberapa acara yang berlangsung sebelumnya, yaitu Batam Economic Forum dan Bekraf Get Funded yang juga didukung oleh BP Batam. Bapak Lukita menyoroti bahwa Batam harus kembali bersemangat, masyarakat bersinergi bersama membangun Batam sebagai salah satu pusat perkembangan teknologi dan inovasi.  Dihadapan semua yang hadir pada saat acara penutupan ini, Bapak Lukita berjanji akan terus mendukung dan bekerjasama dengan penyelenggara untuk kembali menghadirkan Bekraf Habibie Festival di masa yang akan datang.  Serupa dengan Bapak Ilham, Bapak Lukita juga berkomitmen untuk menjadikan acara ini sebagai acara tahunan di Batam.

Dukungan nyata semua pihak,bagi perkembangan teknologi dan inovasi serta lahirnya karya-karya gemilang anak bangsa merupakan bentuk perjuangan baru di era saat ini. Karena akses terhadap teknologi dan inovasi merupakan hak segala bangsa, penguasaan dan pemahaman teknologi tinggi terapan secara nasional dan penggunaannya untuk menciptakan inovasi  merupakan kunci untuk pembangunan Indonesia yang lebih baik,

Keriuhan siswa-siswi Man Insan Cendikia berfoto bersama Bapak Ilham Habibie, Bapak Lukita Tuwo dalam penutupan Bekraf habibie Festival Batam, 4 Maret 2018.

Oleh karena itu segala sumber bagi perkembangan teknologi dan inovasi dan iptek sudah seharusnya terbuka seluas-luasnya untuk seluruh lapisan masyarakat sehingga dapat dilihat, dirasakan, dipelajari dan dipahami agar tidak menjadi hal yang menakutkan (sebagaimana disampaikan Bapak Hari Sungkari, mengutip dari salah satu pidato Bapak BJ Habibie).

Sampai jumpa di Bekraf Habibie Festival di Batam tahun depan, dan kota-kota lain dalam waktu dekat tahun ini.(RW)